SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK RAKYAT
CHINA
SEJARAH CINA
Republik
Rakyat Cina (RRC; Pinyin:
Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó; Hanzi Tradisional: 中華人民共和國; Hanzi Sederhana: 中华人民共和国; juga disebut Republik
Rakyat Tiongkok/RRT) adalah sebuah negara komunis
yang terdiri dari hampir seluruh wilayah kebudayaan, sejarah, dan geografis
yang dikenal sebagai China/Cina.
Sejak didirikan pada 1949,
RRC telah dipimpin oleh Partai Komunis Cina (PKC). Sekalipun seringkali
dilihat sebagai negara komunis, kebanyakan ekonomi
republik ini telah diswastakan
sejak tiga dasawarsa yang lalu. Walau bagaimanapun, pemerintah masih mengawasi
ekonominya secara politik terutama dengan perusahaan-perusahaan milik
pemerintah dan sektor perbankan. Secara politik, ia masih tetap menjadi
pemerintahan satu partai.
Dalam suatu pertikaian yang terus
berlangsung, RRC menuntut hak memerintah atas Taiwan dan pulau-pulau sekitarnya yang tidak
pernah dilepaskan oleh Republik China.
Pemerintah RRC mendakwa bahwa Republik China merupakan suatu entitas yang tidak
lagi wujud dan secara administratif meletakkan Taiwan sebagai provinsi ke-23
RRC. (Lihat China
dan Status politik
Taiwan untuk
informasi lebih lanjut).
RRC mengklaim kedaulatan terhadap Taiwan namun tidak memerintahnya (hal yang
sama juga berlaku terhadap Pescadores,
Quemoy,
dan Matsu). Status politik
Taiwan merupakan hal
yang kontroversial; Taiwan diperintah Republik China,
yang kini berbasis di Taipei. Republik China mengklaim kedaulatan
terhadap seluruh Cina daratan dan begitu juga dengan RRC.
Cina Daratan
merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk kepada kawasan di bawah
pemerintahan RRC dan tidak termasuk kawasan administrasi khusus Hong Kong
dan Macau.
Pemerintah RRC melihat pemerintahannya di Cina sebagai Tiongkok Baru (新中国) saat
membandingkan dirinya dengan Tiongkok sebelum tahun 1949. RRC juga dijuluki sebagai "Cina
Merah" bagai kawasan yang sama, terutamanya oleh musuhnya di Barat,
dengan merujuk kepada warna merah yang merupakan lambang komunis.
Setelah Perang Dunia II,
Perang Saudara Cina antara Partai Komunis Cina dan Kuomintang
berakhir pada 1949
dengan pihak komunis menguasai Cina Daratan
dan Kuomintang menguasai Taiwan dan beberapa pulau-pulau lepas pantai
di Fujian.
Pada 1 Oktober
1949, Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Cina
dan mendirikan sebuah negara komunis.
Para pendukung Era Maoisme, yang
terdiri dari kebanyakan rakyat Cina miskin dan lebih tradisionil atau
nasionalis dan pemerhati asing yang percaya kepada komunisme, mengatakan bahwa
di bawah Mao, persatuan dan kedaulatan Cina dapat dipastikan untuk pertama
kalinya dalam beberapa dekade terakhir, dan terdapat perkembangan
infrastruktur, industri, kesehatan, dan pendidikan, yang mereka percayai telah
membantu meningkatkan standar hidup rakyat. Mereka juga yakin bahwa kampanye
seperti Lompatan Jauh ke
Depan dan Revolusi Kebudayaan penting dalam mempercepat
perkembangan Cina dan menjernihkan kebudayaan mereka. Pihak pendukung juga ragu
terhadap statistik dan kesaksian yang diberikan mengenai jumlah korban jiwa dan
kerusakan lainnya yang disebabkan kampanye Mao.
Meskipun begitu, para kritikus rezim
Mao, yang terdiri dari mayoritas analis asing dan para peninjau serta beberapa
rakyat Cina, khususnya para anggota kelas menengah dan penduduk kota yang lebih
terbuka pemikirannya, mengatakan bahwa pemerintahan Mao membebankan pengawasan
yang ketat terhadap kehidupan sehari-hari rakyat, dan yakin bahwa kampanye
seperti Lompatan Jauh ke
Depan dan Revolusi Kebudayaan berperan atau mengakibatkan hilangnya
jutaan jiwa, mendatangkan biaya ekonomi yang besar, dan merusak warisan budaya
Cina. Lompatan Jauh ke
Depan, pada khusunya,
mendahului periode kelaparan yang besar di Cina yang, menurut sumber-sumber Barat dan Timur yang dapat dipercaya,
mengakibatkan kematian 20-30 juta orang; kebanyakan analis Barat dan Cina
mengatakan ini disebabkan Lompatan Jauh ke
Depan namun Mao dan
lainnya mengatakan ini disebabkan musibah alam; ada juga yang meragukan angka
kematian tersebut, atau berkata bahwa lebih banyak orang mati karena kelaparan
atau sebab politis lainnya pada masa pemerintahan Chiang Kai Shek.
Setelah kegagalan ekonomi yang
dramatis pada awal 1960-an, Mao mundur dari jabatannya sebagai
ketua umum Cina. Kongres Rakyat Nasional melantik Liu Shaoqi
sebagai pengganti Mao. Mao tetap menjadi ketua partai namun dilepas dari tugas
ekonomi sehari-hari yang dikontrol dengan lebih lunak oleh Liu Shaoqi,
Deng Xiaoping dan lainnya yang memulai reformasi
keuangan.
Pada 1966 Mao meluncurkan Revolusi Kebudayaan, yang dilihat lawannya (termasuk
analis Barat dan banyak remaja Cina kala itu) sebagai balasan terhadap
rival-rivalnya dengan memobilisasi para remaja untuk mendukung pemikirannya dan
menyingkirkan kepemimpinan yang lunak pada saat itu, namun oleh pendukungnya
dipandang sebagai sebuah percobaan demokrasi langsung dan sebuah langkah asli
dalam menghilangkan korupsi dan pengaruh buruk lainnya dari masyarakat Cina.
Kekacauan pun timbul namun hal ini segera berkurang di bawah kepemimpinan Zhou Enlai
di mana para kekuatan moderat kembali memperoleh pengaruhnya. Setelah kematian
Mao, Deng Xiaoping berhasil memperoleh kekuasaan dan
janda Mao, Jiang Qing beserta rekan-rekannya, Kelompok Empat, yang telah mengambil alih kekuasaan
negara, ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Sejak saat itu, pihak pemerintah
telah secara bertahap (dan telah banyak) melunakkan kontrol pemerintah terhadap
kehidupan sehari-hari rakyatnya, dan telah memulai perpindahan ekonomi Cina
menuju sistem berbasiskan pasar.
Para pendukung reformasi keuangan –
biasanya rakyat kelas menengah dan pemerhati Barat berhaluan kiri-tengah dan
kanan – menunjukkan bukti terjadinya perkembangan pesat pada ekonomi di sektor
konsumen dan ekspor, terciptanya kelas menengah (khususnya di kota pesisir di mana
sebagian besar perkembangan industri dipusatkan) yang kini merupakan 15% dari
populasi, standar hidup yang kian tinggi (diperlihatkan melalui peningkatan
pesat pada GDP per kapita, belanja konsumen, perkiraan umur, persentase
baca-tulis, dan jumlah produksi beras) dan hak dan kebebasan pribadi yang lebih
luas untuk masyarakat biasa.
Para pengkritik reformasi ekonomi –
biasanya masyarakat miskin di Cina dan pemerhati Barat berhaluan kiri,
menunjukkan bukti bahwa proses reformasi telah menciptakan kesenjangan
kekayaan, polusi lingkungan, korupsi
yang menjadi-jadi, pengangguran yang meningkat akibat PHK di
perusahaan negara yang tidak efisien, serta telah memperkenalkan pengaruh
budaya yang kurang diterima. Akibatnya mereka percaya bahwa budaya Cina telah
dikorupsi, rakyat miskin semakin miskin dan terpisah, dan stabilitas sosial
negara semakin terancam.
Meskipun ada kelonggaran terhadap kapitalisme,
Partai Komunis Cina tetap berkuasa dan telah mempertahankan kebijakan yang
mengekang terhadap kumpulan-kumpulan yang dianggap berbahaya, seperti Falun Gong
dan gerakan separatis di Tibet. Pendukung kebijakan ini – biasanya
penduduk pedesaan dan mayoritas kecil penduduk perkotaan, menyatakan bahwa
kebijakan ini menjaga stabilitas dalam sebuah masyarakat yang terpecah oleh
perbedaan kelas dan permusuhan, yang tidak mempunyai sejarah partisipasi
publik, dan hukum yang terbatas. Para pengkritik – umumnya minoritas dari
rakyat Cina, para rakyat pelarian Cina di luar negeri, penduduk Taiwan dan Hong
Kong, etnis minoritas seperti bangsa Tibet dan pihak Barat, mengatakan bahwa
kebijakan ini melanggar hak asasi manusia
yang dikenal komunitas internasional, dan mereka juga mengklaim hal tersebut
mengakibatkan terciptanya sebuah negara polisi, yang menimbulkan rasa takut.
SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK RAKYAT
CHINA
Struktur
politik Cina terdiri dari dua organisasi besar yakni pemerintahan dan partai,
ditambah militer dan berbagai organisasi massa, sebagai jembatan
antara yang memerintah dengan yang diperintah, tetapi terjadi perubahan
terhadap bentuk dan hal yang mengatur hubungan dengan institusi lain sejak
tahun 1949. Struktur pemerintahan cina sampai tahun 1954 menggunakan sistem
administrasi yang bersifat sementara dan dititiberatkan pada militer. Tahun
1954 merupakan tahun transisi dari pemerintahan sentralistik menuju masyarakat
sosialis yang menimbulkan golongan tersisih, sehingga diberlakukan konstitusi
1975 yang menggabungkan banyak prinsip revolusi budaya. Akan tetapi tahun 1978,
konstitusi lain yang serupa dengan konstitusi 1954 diberlakukan.
a. Legeslatif
Lembaga
Negara Tertinggi adalah Kongres Rakyat Nasional yang bertindak sebagai badan
Legeslatif hanya saja didominasi oleh Partai Komunis Cina. Berdasarkan konstitusi 1982,
Kongres Nasional Cina (KNC), merupakan badan tertinggi dalam kekuasaan
pemerintahan, sebagai badan perwakilan yang besar (terdiri dari 3000 orang yang
dipilih pada tingkat propinsi serta unit militer) badan ini bersidang setahun
sekali dalam 5 tahun periode kerjanya. KNC hanya simbol kekuasaan sebab pada
prakteknya KNC bukan sebagai badan tertinggi, karena Partai Komunis Cina (PKC)
yang mengatur dan mengendalikan pemerintahan dan organisasi kekuasaan lain.
KNC memiliki kekuasaan formal, seperti
amandemen konstitusi, pembuat undang – undang, memilih dan mengangkat presiden
dan wakil presiden, memilih Panglima Pusat Komisi Militer, memilih Ketua MA dan
Ketua Komite Pemilihan Umum, memilih dan menentukan menteri – menteri, memilih
komisi dan anggota Pusat Komisi Militer Cina (PKMC), anggota PKMC yang
terpilih. Badan Pekerja Legislatif Cina harus tinggal di beijing dan mampu bekerja
dan bersidang setiap saat sepanjang tahun.
b. Eksekutif
Karena
jabatan kepala negara dihapuskan maka
orang pertama dalam kepemimpinan partai Komunis Cina menggantikan jabatan ini yaitu Ketua
Partai itu sendiri, sedangkan Sekretariat Jendral partai merupakan penyelenggara pemerintahan
tertinggi setingkat perdana menteri. Presiden
cina sebagai badan eksekutif dan kepala pemerintahan. PKMC pun merupakan badan
yang berperan dalam sistem politik cina. Badan negara Cina (State Council) merupakan
badan administrasi pemerintahan. Terdapat pula wakil – wakil negara, menteri –
menteri dan komisi – komisi pemerintahan pusat yang bersidang setiap bulan.
Badan Negara terdiri dari perwakilan
partai –partai besar, sebagai penghubung antara pemerintah dengan partai, terdapat
badan yang lebih kecil seperti, Badan Pekerja State Council yang bersidang dua minggu sekali. Konstitusi pun
mengatur kekuasaan MA dan KPU Cina, yang seluruhnya bertanggung jawab pada
kongres.
Organ administratif utama adalah Dewan
Negara, yang terdiri dari Perdana Menteri, wakil – wakil Perdana Menteri, dan
kepala – kepala dari semua kementrian dan komisi, merupakan pusat kekuasaan
negara yang sebenarnya. Sekalipun tidak bebas dari PKC, karena hampir
dimonopoli jabatan – jabatan tersebut oleh anggota – anggota partai tingkat
tinggi, Dewan Negara mengatur dan mengendalikan seluruh struktur administrasi
dan bersama badan – badan tertinggi, PKC menyelenggarakan pemerintahan Cina.
Dewan negara berkedudukan di bawah kepemimpinan partai, tetapi karena berperan
sebagai peneremah keputusan – keputusan partai ke dalam tindakan – tindakan
negara menjadikannya sebagai lembaga yang paling kuat diantara berbagai lembaga
yang di bentuk oleh konstitusi 1945.
c. Yudikatif
Kekuasaan
yudikatif dijalankan secara bertingkat kaku, oleh Pengadilan Rakyat dibawah
pimpinan Mahkamah Agung Cina. Karen ada hubungan yang erat antara Pengadilan
dan Kejaksaan (penuntut umum) pada tiap tingkatan peradilan, maka oposisi tidak
dapat bergerak sama sekali. Walaupun demikian Pengadilan Rakyat bertanggung jawab
kepada kongres rakyat disetiap tingkatan, namun karena perwakilan rakyat
tersebut didominasi oleh Partai Komunis
Cina, demokrasi masih sulit terwujud, kendatipun usaha ke arah
perubahan
dilakukan terus menerus dalam rangka reformasi besar-besaran yang dicanagkan
dalam rangka menghadapi era globalisasi dewasa ini.
Mahkamah Rakyat Tertinggi dan Kejaksaan
Rakyat Tertinggi merupakan bagian terakhir kerangka kerja pemerintah pusat. Konstitusi menentukan keduanya sebagai
organ pengadilan, menyelidiki masalah – masalah dan memberikan putusan
peradilan. Kejaksaan mempunyai kekuasaan yang bebas, termasuk penyelidikan,
penuntutan dan pengawasan secara umum terhadap semua organ negara, termasuk
pengadilan.
Struktur
pemerintahan daerah di Cina pada dasarnya terdiri dari tiga tingkat
pemerintahan resmi – propinsi, kabupaten, dan dasar – ditambah berbagai unit
lain dibawah atau diantara tingkat – tingkat ini. Sebelum revolusi kebudayaan,
semua unit dalam setiap tingkat ini mempunyai dua organ pemerintahan utama
kongres rakyat dan dewan rakyat yang secara kasar sebanding dengan KRN dan
Dewan Negara pada pemerintah pusat. Akan tetapi, kongres lokal bukan merupakan
inti kekuasaan yang penting. Seperti KRN, kongres – kongres lokal ini mengadakan
sidang secara singkat dan tidak tetap, dan sedikit sekali menunjukan inisiatif
dan kebebasan. Dewan – dewan rakyat mendominasi kegiatan pemerintahan di
tingkat daerahnya masing – masing dan selanjutnya dewan – dewan itu tunduk
kepada tingkat yang lebih tinggi dan akhirnya kepada Dewan Negara. Selama
revolusi kebudayaan, kelompok – kelompok baru yang dikenal sebagai “komite –
komite revolusioner” menggantikan dewan – dewan dan kongres – kongres lokal,
sehingga mengubah pola kelembagaan yang telah ditetapkan oleh konstitusi 1954.
Dari
sudut pandang warganegara, unit yang paling penting adalah unit yang ada
dibawah tingkat pemerintahan dasar. Unit – unit ini meliputi kantor polisi dan
kantor cabang kecil yang dibentuk oleh pemerintah tingkat dasar dan berbagai
unit pemukiman dan produksi seperti desa, toko koperasi pertanian,
rukun-kampung kota, sekolah, pabrik, perusahaan, kantor, dan unit angkatan
bersenjata. Dimana semua unit pemukiman dan produksi atau pekerjaan betul –
betul merupakan unit politik. Unit – unit ini bisa bertindak sebagai distrik
pemilihan bagi organ tingkat dasar dan sebagai pangkalan bagi organisasi partai
tingkat ranting. Dan umumnya, unit – unit ini memiliki organisasi intern yang
mengatur rapat umum dan komite – komite kecil untuk berpartisipasi dalam
mengurusi masalah mereka dan juga ikut aktif dalam partisipasi politik.
PERBEDAAN
SISTEM PEMERINTAHAN CHINA DENGAN INDONESIA
| Uraian |
China
|
Indonesia
|
|
SIstem Pemerintahan
|
Proletariat
|
Presidensial
|
|
Kepala Negara
|
PRESIDEN
|
PRESIDEN
|
|
Kepala Pemerintahan
|
Perdana
Menteri
|
PRESIDEN
|
|
Hubungan antara tiap
tingkatan pengadilan
|
ADA
|
ADA
|
|
Konsep tingkatan Daerah
|
ADA
|
ADA
|
|
Badan tertinggi
|
KNC
tapi yang menggerakan Partai
|
MPR
|
|
Waktu rapat Legislatif
|
Minimal
satu kali dalam masa jabatan
|
Minimal
satu tahun satu kali
|
|
Pengangkatan para menteri
|
KNC
|
PRESIDEN
|
|
Pemegang kekuasaan
penyelenggaraan pemerintahan
|
PARTAI
KOMUNIS CINA
|
MASYARAKAT
|
No comments:
Post a Comment